Teori Tentang Nilai Lebih

Karl Marx Teori Nilai - LebihMari kita bertolak dari pengandaian bahwa seorang buruh membutuhkan rata-rata sepuluh ribu rupiah per hari supaya ia dengan keluarganya dapat hidup, artinya memulihkan tenaga kerja serta membesarkan anak-anaknya supaya di kemudian hari mereka dapat menggantikannya (dimana, misalnya, termasuk biaya sekolah dan sebagainya). Jadi nilai tenaga kerja adalah sepuluh ribu per hari. Marx mengandaikan bahwa dalam keadaaan ekonomi normal majikan yang membeli tenaga kerja buruh itu akan membayar upah yang “sesuai”, dalam kasus kita sekitar sepuluh ribu rupiah (kalau jumlah buruh yang menawarkan diri berlimpah, “harga” tenaga kerja dibedakan dari nilainya, akan turun, jadi upah akan kurang dari Rp.10.000; sebaliknya, kalau ada kekurangan buruh, upah akan naik di atas Rp 10.000; tetapi pada hakikatnya upah buruh akan berkisar sekitar sekitar Rp. 10.000) More

Advertisements

Teori Tentang Nilai Tenaga Kerja

Karl MarxMenurut Marx, dalam sistem ekonomi kapitalis tinggi upah buruh yang tepat ditentukan oleh cara yang sama. Upah buruh adalah imbalan atau pembayaran bagib tenaga kerja buruh. Tenaga kerja buruh diperlakukan persis sebagai komoditi. Seperti seorang penjual menjual hasil kerajinan tangannya di pasar, si buruh menjual hasil kerajinan tangannya di pasar,si buruh menjual tenaga kerjanya kepada yang mau membelinya. Majikan adalah orang yang memerlukan komoditi tenaga kerja. Maka ia pergi ke pasar dan membelinya dengan harga yang sesuai dengan nilai tukarnya. Bagaimana nilai (tukar) tenaga kerja buruh ditentukan secara objektif ??? More