Teori Tentang Nilai Lebih

Karl Marx Teori Nilai - LebihMari kita bertolak dari pengandaian bahwa seorang buruh membutuhkan rata-rata sepuluh ribu rupiah per hari supaya ia dengan keluarganya dapat hidup, artinya memulihkan tenaga kerja serta membesarkan anak-anaknya supaya di kemudian hari mereka dapat menggantikannya (dimana, misalnya, termasuk biaya sekolah dan sebagainya). Jadi nilai tenaga kerja adalah sepuluh ribu per hari. Marx mengandaikan bahwa dalam keadaaan ekonomi normal majikan yang membeli tenaga kerja buruh itu akan membayar upah yang “sesuai”, dalam kasus kita sekitar sepuluh ribu rupiah (kalau jumlah buruh yang menawarkan diri berlimpah, “harga” tenaga kerja dibedakan dari nilainya, akan turun, jadi upah akan kurang dari Rp.10.000; sebaliknya, kalau ada kekurangan buruh, upah akan naik di atas Rp 10.000; tetapi pada hakikatnya upah buruh akan berkisar sekitar sekitar Rp. 10.000)

Sesudah majikan membeli tenaga kerja buruh itu, apa yang akan dilakukannya ? Ia memakainya. Artinya ia menyuruh buruh bekerja. Berapa lama ? Karena ia membeli seluruh tenaga kerja buruh (dan membayar sesuai dengan nilainya), ia memilikinya seluruhnya. Jadi ia akan memakai tenaga kerja itu sepenuhnya. Secara teoritis ia boleh memakainya selama 24 jam perhari. Tetapi karena manusia tidak dapat bekerja terus menerus melainkan memerlukan waktu istirahat, waktu kerja dengan sendirinya kuran dari 24 jam/ hari. Majikan yang bijaksana tidak akan memperkerjakan buruh sedemikian ketat sehingga mutu tenaga kerja (yang dibelinya) menurun. Misalnya, ia memperkerjakannya selama delapan jam setiap hari (yang berarti bahwa buruh sesudah bekerja capai dan tidak dapt bekerja lagi: itulah yang artinya seluruh tenaga kerja dihabiskan. Jadi buruh bekerja enam hari seminggu (satu hari dibebaskan untuk pemulihan tenaga kerja lebih meyeluruh) selama delapan jam per hari dengan upah Rp 10.000 per hari.

Mari kita andaikan bahwa yang berhasil diproduksikan dalam pekerjaan delapan jam itu Rp 20.000. Jadi dengan tenaga kerja buruh itu majikan memperoleh nilai total Rp. 20.000. Padahal upah yang diterima hanyalah Rp. 10.000. Untuk menciptakan nilai yang seimbang dengan upah sebenarnya buruh hanya perlu bekerja selama empat jam. Tetapi karena ia sudah menjual seluruh tenaga kerja kepada majikan, ia harus menghabiskannya seluruhnya, artinya, ia harus bekerja delapan jam (atau lebih, andaikata itu mungkin). Pekerjaan empat jam melebihi apa yang perlu untuk menggantikan tenaga kerja buruh itu adalah nilai – lebih. Jadi nilai – lebih diferensi antara nilai yang diproduksi selama satu hari oleh seorang pekerja dan biaya pemulihan tenaga kerjanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: